ORMAS Betawi Bangkit : Jaga Marwah Budaya, Tolak Korupsi!

ORMAS Betawi Bangkit : Jaga Marwah Budaya, Tolak Korupsi!
FOTO: Bang David Darmawan Ketum Ormas Betawi Bangkit berpangsi merah (c) 2025. Lebaran Betawi Monas Jakarta, 2025/1446 H.

“Hati Betawi, Nurani Jakarta: Melawan Korupsi Demi Anak Cucu”

(Jumat, 10/7/2025). Jakarta tak sekadar ibu kota—ia adalah nadi peradaban Indonesia, tempat harapan berkumpul dan masa depan dibentuk. Namun di tengah geliat pembangunan dan semangat modernisasi, satu penyakit lama terus menggerogoti: korupsi. Penyakit ini tak terlihat kasat mata, tapi dampaknya menghancurkan dari dalam. Dan kini, dari jantung budaya Betawi, sebuah gerakan perlawanan bermula—berakar dari hati, demi nurani masa depan.

Bang David Darmawan, Ketua Umum Ormas Betawi Bangkit, bukan hanya bersuara. Ia menggugah. Dengan bahasa rakyat yang tulus, ia menyatakan perang terhadap korupsi dan mendukung penuh komitmen Gubernur Jakarta, Pramono Anung (Bang Anung oleh kaum Betawi) yang berdiri di garis depan membersihkan sistem dari kerak kerak kekuasaan.

“Kami bukan sekadar mendukung, kami mengawal. Korupsi harus dihentikan, mulai dari diri sendiri. Jangan sampai nafsu sesaat menghancurkan kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun!” tegas Bang David.

Pernyataan ini bukan hiasan pidato. Di tengah masyarakat yang mulai apatis terhadap praktik culas para elite, Bang David justru menanamkan harapan—bahwa Jakarta bisa bersih, bisa berintegritas, dan tetap membumi di atas nilai-nilai lokal.

Sebagai bentuk nyata, Pemprov JAKARTA di bawah Gubernur Pramono Anung (Bang Anung) telah menggulirkan sejumlah gebrakan antikorupsi. Mulai dari reformasi percepatan perizinan KLB dan SLF, hingga transparansi proyek penggabungan taman seluas 6,5 hektare di Jakarta Selatan. Semua dijalankan dengan pengawasan langsung dari KPK dan lembaga hukum, memastikan tiap jengkal pembangunan bukan ladang bancakan.

FOTO: Wakil Ketua KPK Johanis Tanak (tengah) berfoto bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri) Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin (kanan) usai penandatanganan komitmen antikorupsi pada rapat koordinasi KPK bersama Pemerintah Daerah di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (10/7/2025). Kegiatan tersebut bertemakan penguatan sinergi pemberantasan korupsi antara KPK dan Pemerintah Daerah. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/rwa.

“Kami ingin Jakarta menjadi contoh. Bukan hanya maju teknologinya, tapi juga bersih hatinya. Dan itu hanya bisa terjadi kalau kita jujur pada rakyat,” ujar Gubernur Pramono saat Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi bersama KPK, Ancol, Jakarta Utara (10/7/2025).

Komitmen ini tak berjalan sendiri. Ketua DPRD DKI, Khoirudin, dan Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, sama-sama menekankan pentingnya sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat sipil. Mereka tak ingin kekuasaan yang diberikan oleh rakyat berujung pada pengkhianatan. Sebab, dalam setiap korupsi, yang paling terluka bukan hanya kas negara, melainkan masa depan anak bangsa.

Gerakan moral ini kini bergaung lebih luas. Generasi muda Betawi didorong untuk tidak hanya bangga akan identitas, tapi juga sadar akan tanggung jawab. Bang David mengingatkan:

“Kita ini sedang mewariskan Jakarta untuk anak cucu. Bukan cuma kota yang tinggi gedungnya, tapi juga tinggi akhlaknya.”

Inilah saatnya Jakarta bangkit, bukan hanya dengan beton dan kaca, tapi juga dengan jiwa yang bersih. Karena kota ini bukan hanya tempat tinggal, tapi tempat tumbuhnya harapan. Dan perubahan sejati selalu dimulai dari keberanian menyapu bersih kebusukan yang selama ini dibiarkan tumbuh.


Tagar:
#HatiUntukJakarta #BetawiLawanKorupsi #JakartaBerintegritas #WarisanUntukAnakCucu #KotaGlobalBerbudaya #Betawiuntuk semua #SemuauntukBetawi #SaveBetawi

One thought on “ORMAS Betawi Bangkit : Jaga Marwah Budaya, Tolak Korupsi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *